INDONESIA

INDONESIA

Breaking News

Monday, May 20, 2013

Baluran, Little Afrika in Java

Baluran, nama salah satu taman nasional di Pulau Jawa, tepatnya di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Taman Nasional Baluran memiliki luas sekitar 250 km2, dengan rincian :

  • zona inti (12.00 Ha)
  • zona rimba (5.537 Ha)
  • zona pemanfaatan intensif (800 Ha)
  • zona pemanfaatan khusus (5.780 Ha)
  • zona rehabilitasi (783 Ha)
Nama Taman Nasional ini diambil dari nama sebuah gunung yang ada di wilayah taman nasional ini, yaitu Gunung Baluran.Taman nasional ini terdiri dari tipe vegetasi sabana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Tipe vegetasi sabana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran yakni sekitar 40 persen dari total luas lahan, oleh karena itu Taman Naional Baluran sering disebut sebagai Afrikanya Jawa.


Mengenai mahluk hidup yang mendiami taman nasional ini, ada sekitar 444 jenis tumbuhan dan di antaranya merupakan tumbuhan asli yang khas dan mampu beradaptasi dalam kondisi yang sangat kering, seperti Widoro bukol, Mimba , dan Pilang. Dan 26 jenis mamalia dan 155 jenis burung, seperti Banteng Jawa, Kerbau liar, rusa, macan tutul, burung merak, ayam hutan merah, bangau tong-tong, dan lainnya.
Tetapi yang menjadi ciri khas dari taman nasional ini adalah Banteng Jawanya. 

Pos-pos pengamatan yang ada di Taman Nasional Baluran :
  • Batangan. Di sini terdapat peninggalan sejarah berupa goa Jepang, makam putra Maulana Malik Ibrahim, atraksi tarian burung merak pada musim kawin (antara bulan Oktober/November) dan berkemah. Fasilitas yang ada di sini antara lain pusat informasi dan bumi perkemahan.
  • Bekol dan Semiang. Di sini terdapat fasilitas pengamatan satwa seperti ayam hutan, merak, rusa, kijang, banteng, kerbau liar, dan burung. Fasilitas yang adadi sini antara lain wisma peneliti, wisma tamu, dan menara pandang.
  • Bama, Balanan, dan Bilik. Di sini merupakan lokasi wisata bahari, lokasi memancing, menyelam/snorkeling, dan atraksi perkelahian antar rusa jantan (pada bulan Juli/Agustus) dan atraksi kawanan kera abu-abu yang memancing kepiting/rajungan dengan ekornya pada saat air laut surut.
  • Manting, dan Air Kacip. Di sini terdapat sumber air yang tidak pernah kering sepanjang tahun, dan merupakan habitat macan tutul.
  • Popongan, Sejile, Sirontoh, Kalitopo. Di sini terdapat fasilitas untuk naik sampan di laut yang tenang, melihat berbagai jenis ikan hias, dan lokasi pengamatan burung migran.
  • Curah Tangis. Di sini terdapat fasilitas untuk kegiatan panjat tebing dengan tinggi 10-30 meter, dan kemiringan sampai 85%.
Selain wilayah di darat, wilayah pantainya dan lautnya juga patut dikunjungi, seperti Pantai Bama, Pantai Bilik, dan Pantai Sejile. Musim kunjungan terbaik adalah bulan Maret s/d Agustus setiap tahunnya.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Designed By Published.. Blogger Templates